Olahraga merupakan salah satu cara paling praktis dan sederhana untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Rutin melakukan olahraga dipercaya mampu meningkatkan imunitas sehingga tubuh tidak mudah terjangkit virus atau terserang penyakit.
Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, olahraga harus dilakukan dengan intensitas yang tepat dan tidak berlebihan. Olahraga yang dilakukan secara berlebihan (overtraining) dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh. Dengan begitu, Anda akan berpotensi mengalami kelelahan, penurunan kinerja, dan gangguan suasana hati yang dapat mempengaruhi kekebalan tubuh.

Menurut dr. Michael Triangto, Sp.KO, mengukur intensitas olahraga dapat dilakukan secara subjektif dan objektif. Berikut penjelasannya:
Penilaian subjektif
Penilaian subjektif dilakukan dengan melihat kondisi tubuh masing-masing individu setelah melakukan latihan fisik. Jika tubuh merasa bugar, hal ini menandakan bahwa intensitas olahraga yang dilakukan sudah sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.
Sementara, apabila tubuh terasa sakit setelah melakukan aktivitas fisik, artinya olahraga yang dilakukan terlalu berat dan perlu dikurangi intensitasnya.
Penilaian objektif
Penilaian objektif dapat Anda lakukan dengan menghitung denyut nadi atau heart rates saat berolahraga menggunakan rumus 220 – usia (dalam tahun), kemudian hasilnya dikalikan 80%.
Sebagai contoh, seseorang dengan usia 20 tahun dianjurkan untuk tidak melakukan olahraga berat yang dapat memicu denyut nadi melebihi 160 kali per menit. Angka ini didapat dari hasil perhitungan 220 dikurangi 20 tahun, dan hasilnya dikalikan 80%.
Menghitung denyut nadi saat berolahraga ini penting untuk dilakukan agar intensitas olahraga yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.
Saat berolahraga, sebaiknya Anda tidak terlalu memaksakan diri tanpa istirahat dan pemulihan yang memadai. Karena, aktivitas fisik hanyalah salah satu faktor yang membantu sistem kekebalan tubuh melakukan tugasnya dengan lebih maksimal. Ada faktor lainnya yang juga perlu menjadi perhatian Anda, seperti asupan antioksidan yang tinggi dari buah-buahan, serta gaya hidup yang teratur.