Marak berita tentang pilot dan co-pilot Batik Air A320 yang tertidur selama 28 menit selama penerbangan dari Kendari menuju Jakarta.
Kurang tidur kelihatannya sepele namun memberikan dampak yang signifikan pada berbagai aspek kesehatan fisik, mental dan emosional. Beberapa efek utamanya antara lain:

- Gangguan Kognitif: fungsi kognitif mencakup memori, perhatian, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah. Kurang tidur dapat mengganggu proses kognitif ini, menyebabkan penurunan kewaspadaan, kesulitan konsentrasi, waktu reaksi lebih lambat, dan gangguan penilaian.
- Gangguan Suasana Hati: dampak yang dirasakan seperti mudah tersinggung, perubahan suasana hati, kecemasan, dan depresi. Kurang tidur kronis dapat memperburuk kondisi kesehatan mental dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan mood.
- Penurunan Performa: termasuk aktivitas akademis, profesional, dan atletik. Berkurangnya fungsi kognitif, gangguan koordinasi motorik, dan penurunan tingkat energi dapat mengganggu produktivitas, kreativitas, dan kinerja secara keseluruhan.
- Peningkatan Resiko Kecelakaan: kurang tidur merupakan penyebab utama kecelakaan dan cedera, baik di jalan raya maupun di tempat kerja. Gangguan penilaian, penurunan kewaspadaan, dan waktu reaksi yang lebih lambat meningkatkan risiko kecelakaan kendaraan bermotor, cedera di tempat kerja, dan kecelakaan lainnya.
- Penambahan Berat Badan dan Ketidakseimbangan Metabolik: kurang tidur mengganggu keseimbangan hormonal tubuh, menyebabkan peningkatan nafsu makan, mengidam makanan berkalori tinggi, dan disregulasi metabolisme. Kurang tidur kronis dikaitkan dengan penambahan berat badan, obesitas, dan peningkatan risiko gangguan metabolisme seperti diabetes.
- Resiko Kesehatan Kardiovaskular: peningkatan risiko penyakit kardiovaskular termasuk hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan detak jantung tidak teratur. Tidur memainkan peran penting dalam mengatur tekanan darah, detak jantung, dan kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
- Gangguan Respon Stres: memperburuk respons stres tubuh menyebabkan peningkatan kadar kortisol (hormon stres) dan peningkatan stres fisiologis. Stres kronis akibat kurang tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, masalah pencernaan, dan gangguan kesehatan mental.
- Konsolidasi Memori: proses dimana informasi yang baru diperoleh ditransfer dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Kurang tidur dapat mengganggu pembentukan dan retensi memori, sehingga memengaruhi pembelajaran dan kinerja kognitif.
- Penurunan Kualitas Hidup: berdampak pada kesehatan fisik, kesejahteraan mental, hubungan, performa kerja, dan fungsi secara keseluruhan. Kurang tidur kronis dapat menyebabkan siklus kesehatan yang buruk dan penurunan kualitas hidup jika tidak ditangani.
Dampak kurang tidur lebih dari sekadar rasa lelah atau pening, namun berdampak pada berbagai aspek kesehatan dan kesejahteraan. Mengatasi gangguan tidur dan menerapkan kebiasaan tidur yang sehat merupakan langkah penting untuk menjaga kesejahteraan fisik, mental, dan emosional.